SEOUL, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Korea Selatan memberi isyarat kuat akan memangkas, bahkan menghapus, kebijakan pembebasan wajib militer (wamil) bagi atlet berprestasi.
Langkah tegas ini diambil usai publik meradang menanggapi komedi dan pernyataan tidak sensitif dari sejumlah penggawa Timnas Sepak Bola Korea Selatan usai menjuarai Asian Games.
Tiga pemain dari timnas sepak bola putra Korsel menjadi sasaran kritik tajam usai timnya menundukkan Jepang 1-0 di partai final Asian Games akhir pekan lalu.
Meskipun ketiga pemain tersebut telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, gelombang protes warga tak terelakkan. Perdebatan hangat kembali mencuat mengenai apakah pantas para atlet mendapat keistimewaan khusus, sementara warga biasa—bahkan personil boyband fenomenal BTS, tetap harus menjalani wamil.
Pemerintah dan Kemenpora Korsel Mulai Angkat Suara
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Choi Hwi-young, menegaskan dalam rapat bersama Komite DPR bahwa sistem pembebasan wamil alternatif bagi seniman dan atlet “secara tidak terhindarkan harus dikurangi.”
“Memang benar sistem ini pernah berkontribusi membantu para atlet dan seniman berbakat menjaga serta mengembangkan potensi mereka,” ujar Choi.
“Namun, nilai-nilai keadilan dan persepsi masyarakat terhadap wajib militer kini telah berubah. Saya setuju bahwa sistem ini harus dievaluasi secara menyeluruh.”
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Chung Binna, turut memberikan sinyal serupa saat konferensi pers di Seoul. “Pada akhirnya, kami memiliki rencana untuk memangkas atau menghapus program dinas alternatif ini, termasuk yang diperuntukkan bagi seniman dan atlet,” tegasnya.
Sesuai aturan yang berlaku di Korea Selatan, sebagian besar pria warga negara Korsel wajib menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan sebelum berusia 28 tahun.
Namun sejak 1973, peraih medali Olimpiade dan medali emas Asian Games berhak mengganti masa wamil penuh tersebut dengan latihan dasar militer yang hanya berlangsung selama tiga minggu.
Celoteh Pesepak Bola yang Pemicu Kemarahan Publik
Kontroversi ini meledak setelah tiga pemain muda, termasuk Yang Min-hyuk—penggawa yang memberikan assist pada gol kemenangan atas Jepang—menyampaikan pernyataan yang dinilai sangat jemawa.
“Medali dan gelar juara itu tidak penting. Saya bertanding cuma memikirkan satu hal: hadiah bebas wajib militer,” cetus Yang, pemain yang bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 2025 dan saat ini dipinjamkan ke klub Belgia, Westerlo.
Gelandang Newcastle United, Park Seung-soo, juga memicu kontroversi setelah mengunggah foto dirinya mengenakan topi veteran militer di media sosial. Tak berhenti di situ, sang kapten Lee Gi-hyuk dalam wawancara paska-laga sambil pamer medali emas berseloroh, “Saya tidak jadi masuk tentara!”







