TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Musim kemarau yang melanda Kota Tual, Provinis Maluku, dalam tiga bulan terakhir memicu lonjakan kasus kebakaran yang signifikan.
Pemadam Kebakaran (Damkar) Tual mencatat sedikitnya ada 118 Kasus Kebakaran medio Janturi hingga Agustus 2026.
Namun di bukan Juli hingga Agustus tren kebakaran lahan meningkat tajam jadi 110 kasus dengan latar belakang berbeda-beda.
Kepala Dinas Damkar Kota Tual, Jan M.E. Tallaud, SH. MAP saat diwawancarai, Kamis (27/8/2026) mengatakan ada tiga penyebab kebakaran.
“Ulah manusia buang puntung rokok sembarangan,
bisa juga dari gesekan aliran listrik dan pembukaan lahan pertanian baru oleh masyarakat,” cetusnya.
Menurutnya, yang kerap terjadi pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar, disaat apinya sudah membesar warga panik malah lari dan tidak bertanggung jawab.
“Padahal Damkar sendiri telah melakukan berbagai himbauan di tengah panas ekstrem imbas El Nino, menggandeng berbagai organisasi keagamaan,” ujarnya.
Dirinya juga mengemukakan, untuk wilayah yang terbanyak mengalami kebakaran ada di area UN Kecamatan Dullah Selatan.
Jan mengatakan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api yang menyebabkan kebakaran.
“Membakar sampah sembarangan dan juga membuang puntung rokok berpotensi memunculkan api, kami berharap masyarakat lebih mawas diri,” pungkasnya
Berikut rincian kebakaran selama Januari hingga Agustus 2026.
– Januari 1 Rumah
– Februari 1 Kantor
– Maret 1 Kendaraan roda dua
– Mei 1 Rumah kosong
– Juni 1 Gedung, 2 Halaman, 14 Lahan
– Juli 18 Lahan
– Agustus: 1 Rumah, 78 Lahan
Total ada 118 laporan







