“Bimwin juga bisa menjadi wahana menguatkan pemahaman psikologi keluarga agar mampu menjadi benteng pertama bagi anak-anak mereka dari pengaruh budaya luar,” sebut Wamenag.
Kemenag juga akan mengoptimalkan peran penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk edukasi masyarakat, konseling keagamaan, serta deteksi dini di tingkat akar rumput.
Selain itu, pembinaan keluarga sakinah, layanan konsultasi psikologi dan spiritual bagi remaja, serta penguatan kurikulum madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan juga menjadi bagian dari strategi yang disiapkan.
“Siswa, santri, dan mahasiswa perlu mendapat pemahaman yang proporsional terkait kesehatan reproduksi dan batasan pergaulan gender sejak dini dalam koridor hukum agama,” ujar Wamenag.
Dakwah Digital Jadi Perhatian
Di era media sosial, Kemenag juga menaruh perhatian pada pengembangan pesan khutbah dan dakwah digital yang edukatif, persuasif, dan mudah dipahami generasi muda.
“Perlu juga produksi konten dakwah digital yang kreatif, inklusif, dan persuasif di media sosial untuk memberi pemahaman generasi muda tentang bahaya penyebaran budaya LGBTQ di media sosial,” tandasnya.(*)







