TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Kepala Dinas Ketahan Pangan Kota Tual, Provinsi Maluku. Darnawati Amir menyebut sebagian besar bahan pangan yang beredar di Kota bertajuk Marren ini berasal dari luar daerah.
Hal tersebut dikemukakan menyusul, menjamurnya sayur, bumbu dapur bahkan ubi yang didatangkan dari Timika dan Sulawesi.
“Memang sumber pangan kita 80 persen diatangkan dari luar, karena Kota Tual termasuk daerah defisit pangan strategis,” ungkapnya, Senin (7/9/2027).
Ia mengatakan, memang produksi lokal ada namun tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, selain itu pedagang di Tual juga telah menjalin komunikasi dengan petani di luar daerah.
“Jadi ada barang yang masuk, ada juga barang yang keluar,” jelasnya.
Terkait dengan harga, kata dia memang dikontrol dengan secara berkala, baik dari Dinas terkait juga dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Kita kerap uraikan dari biaya transportasi barang, buruh, angkutan laut, angkutan darat sampai mendapatkan harga tersebut,” jelasnya.
Dirinya mengakui, memang ada pedagang nakal yang kerap menaikan harga secara sepihak, nantinya mereka bakal diberikan langkah persuasif, diedukasi oleh Dinas terkait.
“Allhamduilah tanggapannya baik, dan sejauh ini peredaran komoditas pangan dari luar daerah masih dapat dikontrol dengan baik,” pungkasnya.







