“Kami melakukan pemetaan kebutuhan di setiap lokasi dan menyiapkan suplai maupun sistem backup sesuai kondisi masing-masing titik. Di Benteng Oranje, misalnya, suplai listrik diperkuat dengan UPS untuk menjaga keandalan selama kegiatan berlangsung,” jelas Mufid.
Menariknya, dukungan kelistrikan PLN juga diberikan kepada Benteng Kalamata dan Benteng Toloko yang sebelumnya belum memiliki suplai listrik pelanggan.
Dengan dukungan tersebut, kedua situs peninggalan sejarah itu dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan JKPI.
Selain kawasan benteng, pengamanan juga mencakup sejumlah lokasi lain, di antaranya Lapangan Salero, Benteng Setya Rencana, Landmark Ternate, kediaman Wali Kota Ternate, serta Aula Banau Universitas Khairun.
Untuk memperkuat keandalan pasokan, PLN turut menyiagakan genset di sejumlah titik strategis sebagai sumber listrik cadangan.
Skema berlapis ini disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pada pasokan utama, sehingga aktivitas di lokasi kegiatan tetap dapat berjalan.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam mengoptimalkan kawasan-kawasan bersejarah sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Keandalan pasokan tidak hanya menunjang pelaksanaan agenda JKPI, tetapi juga mendukung pelayanan, mobilitas peserta, serta aktivitas masyarakat di sejumlah ruang publik dan situs cagar budaya.(*)







