“Dia memiliki tempat istimewa, bukan hanya di antara pemain terbaik sepanjang masa, tetapi juga di hati seluruh rakyat Portugal. Yang terpenting saat ini adalah kita berhenti memecah belah keadaan,” tegas Bruno.
“Tidak ada perpecahan di dalam tim nasional. Kami tetap satu. Cris adalah dan akan selalu menjadi ikon terbesar tim nasional kita; dia layak mendapatkan rasa hormat dari semua orang,” tambah gelandang Manchester United tersebut.
Jorge Jesus, yang ditunjuk menggantikan Roberto Martinez usai gelaran Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa Ronaldo adalah “simbol Portugal” dan berhak menentukan akhir kariernya sendiri.
“Cristiano harus mengakhiri perjalanannya di tim nasional sesuai dengan caranya sendiri; dialah yang memegang keputusan itu,” tutur Jesus.
“Saat pemanggilan pertama saya, saya bilang kepadanya: ‘Saya membutuhkanmu, saya butuh kamu berada di dekat saya, entah kamu main atau tidak, saya tetap butuh kamu.’ Dan sekarang saya mengatakan hal yang sama.”
Menuju Akhir Era Sebuah Legenda
Ronaldo, yang melakoni debutnya bersama Portugal pada tahun 2003 saat masih berusia 18 tahun, sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa tahun ini “kemungkinan” menjadi tahun terakhirnya di dunia sepak bola profesional usai tampil dalam enam edisi Piala Dunia.
Sesuai jadwal, Portugal akan menjamu Denmark pada 14 November mendatang, sebelum melakoni laga pamungkas fase grup Nations League di markas Wales pada 17 November.
Sinyal berakhirnya sebuah era sepak bola semakin kuat.
Rival abadi Ronaldo, Lionel Messi, juga dijadwalkan melakoni laga perpisahan dan pertandingan terakhirnya bersama Timnas Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires pada Selasa ini.(*)







