“AFC percaya teguh bahwa seluruh pemangku kepentingan harus diberikan informasi yang cukup dan waktu yang memadai untuk menilai proposal ini secara penuh, termasuk implikasi tata kelola, hukum, komersial, dan strategisnya.”
AFC memiliki 47 asosiasi anggota, sementara CONCACAF memiliki 41 anggota.
Jika digabungkan dengan UEFA yang memiliki 55 anggota, total ada 143 dari 211 asosiasi anggota FIFA yang konfederasinya melayangkan kritik atau memiliki kekhawatiran atas proposal tersebut.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan, “Tugas kami adalah memastikan wilayah sepak bola lainnya ikut berkembang: FIFA hadir untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia.”
Prancis dan Inggris Turut Bereaksi
Gelombang penolakan juga meluas ke federasi sepak bola di tingkat negara. Kepala Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, mengatakan organisasinya juga tidak mendapatkan informasi sebelumnya.
“Melihat arahnya—khususnya, sejauh yang saya pahami, membawa dana investasi ke dalam entitas komersial bersama FIFA—hal ini jelas menimbulkan banyak pertanyaan,” ujarnya saat diwawancarai stasiun radio France Inter.
“Terutama karena kami, para federasi anggota, tidak dilibatkan dan kami tidak memiliki informasi spesifik yang diperlukan untuk memberikan pandangan tentang hal-hal yang sangat mendasar bagi masa depan sepak bola ini.”
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyatakan “sama sekali tidak tahu” tentang proposal tersebut dan tidak memiliki rincian secara substantif.
“Berdasarkan informasi yang terbatas ini, kami sangat prihatin dengan kurangnya proses dan tata kelola untuk mencapai titik ini, serta substansi dan prinsip yang terlibat di dalamnya,” bunyi pernyataan FA.
“Ketika proposal ini dibagikan secara penuh dan transparan seperti yang dijanjikan FIFA saat ini, kami akan menyampaikan pandangan kami secara jelas dan memberikan komentar lebih lanjut.”
UEFA Gelar Rapat Darurat
Langkah FIFA ini memicu reaksi keras dari UEFA, yang menuding badan pengelola sepak bola dunia itu telah menjual “jiwa” olahraga ini.
Menurut berbagai laporan luas, UEFA berencana menggelar rapat darurat dengan 55 asosiasi anggotanya minggu ini untuk membahas proposal FIFA. Rapat yang akan digelar secara virtual tersebut bertujuan untuk menyusun langkah aksi bagi badan pengelola sepak bola Eropa itu.
Aksi boikot terhadap kompetisi FIFA disebut-sebut masuk dalam agenda respons yang mungkin diambil.
Sementara itu, Komisaris Olahraga Uni Eropa Glenn Micallef mengutarakan kekhawatirannya bahwa wewenang regulasi FIFA dapat terseret dan terikat pada kepentingan finansial entitas swasta.







