TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tual menilai penumpukan sampah yang masih terjadi di sejumlah titik bukan semata disebabkan keterbatasan armada, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah di lokasi pembuangan liar.
Kepala DLH Kota Tual, Jamal Renhoat mengatakan, titik-titik seperti Pasar Marren, kawasan BTN Kota Tual, hingga beberapa lokasi lainnya yang kerap dipenuhi sampah sebenarnya bukan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi yang ditetapkan pemerintah.
“Sampah yang menumpuk itu sebagian besar berada di tempat pembuangan liar. Padahal TPS resmi sudah disediakan lengkap dengan bak sampah dan berada di jalur pengangkutan armada kami,” kata Renhoat saat dikonfirmasi, Jumat (27/4/2026).
Menurutnya, kebiasaan masyarakat membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya membuat petugas tetap harus mengangkut sampah dari titik-titik liar tersebut, sehingga pekerjaan menjadi kurang efektif.
“Beberapa titik yang jadi masalah itu sebenarnya kategori tempat sampah liar. Kepedulian sebagian masyarakat juga masih kurang, sehingga armada tetap harus mengangkut sampah dari lokasi tersebut,” ujarnya.
Selain lokasi pembuangan, Renhoat juga menyoroti masih banyak warga yang belum mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan pemerintah.
DLH, kata dia, telah mengimbau masyarakat agar membuang sampah sekitar pukul 20.00 WIT sehingga dapat diangkut pada dini hari dan tidak lagi menumpuk saat pagi.
“Kami sudah mengimbau agar sampah dibuang sekitar pukul 20.00 WIT supaya bisa diangkut dini hari, sehingga pagi hari tidak ada lagi tumpukan. Namun kesadaran itu belum maksimal,” katanya.
Sebagai upaya penataan, DLH Kota Tual berencana menutup sejumlah lokasi pembuangan liar, di antaranya di jalur Un Pantai, kawasan SMK Dumar, dan sekitar Pasar Tual.
Di lokasi tersebut nantinya akan dipasang papan larangan membuang sampah, sementara fasilitas pembuangan akan dipusatkan pada titik yang lebih mudah diawasi, seperti terminal truk Pelabuhan Tual dan kawasan perempatan Masjid Raya.
Renhoat mengungkapkan, saat ini DLH Kota Tual mengoperasikan enam armada pengangkut sampah yang didukung sembilan kelompok kerja. Namun sebagian besar armada telah berusia tua sehingga kerap mengalami kerusakan.
“Keterbatasan anggaran membuat pengadaan armada baru belum bisa dilakukan. Kalau seluruh armada dalam kondisi baik, saya yakin pengangkutan sampah tidak akan mengalami kendala,” pungkasnya.(*)







