Calvin menegaskan bahwa ketahanan air merupakan bagian dari agenda pembangunan yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat.
Khusus di Maluku, upaya konservasi sumber daya air dinilai harus diperkuat melalui pembangunan sumur resapan, perlindungan daerah tangkapan air, serta pengendalian intrusi air laut.
“Khusus untuk Maluku, kita harus menjawab tantangan dengan memperbanyak sumur resapan, menahan intrusi air laut, dan melakukan konservasi daerah tangkapan air. Langkah-langkah ini menjadi fondasi penting dalam mendukung visi Swasembada Air yang dicanangkan Presiden,” tegasnya.
Calvin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang menjadi tuan rumah MAPAMDA 2026.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepengurusan baru yang mampu melanjutkan transformasi sektor air minum, memperkuat tata kelola BUMD, serta memperluas akses pelayanan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Maluku.







