“Dalam kondisi atau waktu tertentu, pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan tidak dapat dilakukan dengan optimal, baik melalui jalur laut maupun darat,” jelas Charlos.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasien yang membutuhkan pelayanan spesialistik atau rujukan dengan tingkat kompleksitas tertentu.
Warga Kei Besar yang harus mendapatkan pelayanan lanjutan di Langgur perlu mengalokasikan waktu dan biaya perjalanan yang tidak sedikit.
“Akses masyarakat Pulau Kei Besar dari dan ke Langgur membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Hal ini berkontribusi terhadap angka kecacatan dan angka kematian, terutama dalam penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan,” ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mendorong penguatan sarana dan prasarana kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta peningkatan sumber daya manusia kesehatan untuk memperkecil kesenjangan pelayanan antara Kei Besar dan Kei Kecil.
Masyarakat Diminta Manfaatkan Layanan
Charlos menilai pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
Menurutnya, kerja sama dengan lembaga sosial, yayasan, tenaga kesehatan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan kesehatan.
“Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II saat ini adalah bukti adanya komitmen berbagai pihak, khususnya Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), yang peduli terhadap kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan dan terpencil,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Kantor Cabang BPJS Kesehatan Ambon yang memberikan ruang untuk mengakomodasi klaim biaya rujukan pelayanan ambulans bagi fasilitas kesehatan di Kei Besar.
Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat terus diperkuat, termasuk melalui perhatian terhadap skema kapitasi khusus bagi puskesmas di wilayah Kei Besar.
Agar pelayanan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II dapat dimanfaatkan secara maksimal, pemerintah kecamatan dan ohoi, puskesmas, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta unsur masyarakat diminta aktif menyampaikan informasi kepada warga.
Pemerintah di tingkat kecamatan dan ohoi juga diharapkan membantu mobilisasi masyarakat menuju lokasi pelayanan apabila dibutuhkan.
“Gunakan kesempatan ini dengan baik bagi masyarakat. Berikan edukasi yang baik tentang kesehatan,” pesan Charlos.
Pemkab Maluku Tenggara berharap pelayanan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II tidak berhenti pada 2026, tetapi dapat kembali hadir secara berkala pada tahun-tahun berikutnya.
Charlos juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan hingga kondisi menjadi semakin berat.







