TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Pasca insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 17 siswa SDN 19 Kota Tual, Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) mengambil langkah serius untuk meningkatkan standar higienitas dan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Ketapang Kota Tual, Darnawati Amir menyampaikan, pihaknya akan segera melaksanakan pelatihan khusus bagi penjamah makanan yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh dapur penyedia MBG.
Hal ini disampaikan Darnawati usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Tual dan sejumlah mitra terkait, dalam merespons kasus keracunan yang terjadi pada Kamis, 19 September 2025 lalu.
“Semua SPPG wajib memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi, mulai dari pemilihan bahan makanan kemudian proses pengolahan dan tempat penyajian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh tentang tata cara pengolahan makanan yang sesuai dengan standar keamanan pangan.
“Untuk itu hasil dari rapat ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota, dan tembusan laporan akan disampaikan di Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera melakukan pelatihan kepada penjamah makanan,” terangnya.
Tak hanya fokus pada dapur MBG, Darnawati juga mengimbau pihak sekolah penerima manfaat program MBG agar menyediakan fasilitas cuci tangan bagi siswa sebagai bagian dari upaya promotif kesehatan.
“Karena MBG merupakan program strategis nasional, jadi bukan cuma Pemkot Tual yang bertanggung jawab atas pengamanan namun ada dari Pihak Polres, Kodim yang tetap bersinergi,” cetus Darnawati.(*)







