AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon.
Peresmian ini menandai babak baru penguatan pendidikan tinggi keagamaan di Maluku, sekaligus memperluas peran kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan Indonesia Timur.
Dalam rangkaian peresmian tersebut, Menag juga menyampaikan kuliah umum bertema Implementasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi dalam Mewujudkan Masa Depan Maluku yang Damai, Adil, dan Berkeadaban.
Melalui tema ini, Menag menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi dinamika zaman serta kontribusi kampus dalam pembangunan bangsa.
Menag menyatakan harapannya agar UIN A.M. Sangadji Ambon mampu tampil sebagai pelopor keilmuan di kawasan timur Indonesia.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kepekaan membaca perubahan sosial dan teknologi.
“Saya berharap, UIN Ambon ini dapat menjadi salah satu pelopor ilmu pengetahuan di Indonesia Timur. Untuk para mahasiswa, rajinlah membaca, bukan cuma membaca kitab, tapi juga membaca perkembangan zaman dan teknologi,” ungkap Menag di depan para civitas akademika UIN A.M. Sangaji, Jumat (16/1/2026) dikutip dari laman resmi Kemenag.
Selain penguatan akademik, Menag menyoroti pentingnya nasionalisme di tengah dinamika geopolitik global.
Ia menilai semangat kebangsaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saat ini sedang ramai diperbincangkan soal dinamika geopolitik internasional, hanya nasionalisme yang mampu menjadi pegangan kita. Mari kita bangun nasionalisme itu mulai dari Ambon,” ungkapnya.
Menag juga menggarisbawahi urgensi implementasi ekoteologi dalam kehidupan beragama.
Menurutnya, pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari amanah Tuhan.
Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon menyampaikan apresiasi atas peresmian perubahan status kampus yang dinilai menjadi tonggak penting pengembangan institusi.
Ia juga menyampaikan harapan agar Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dapat segera menyusul bertransformasi menjadi universitas.
Harapan tersebut sejalan dengan pandangan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang menilai keberadaan dua perguruan tinggi keagamaan berbentuk universitas akan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Maluku sekaligus merawat nilai toleransi dan keberagaman.
“Kami berharap dan meyakini, dengan kehadiran 2 perguruan tinggi keagamaan dalam bentuk universitas, akan memperkuat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan dalam mencetak generasi unggul, sekaligus menjadi simbol nyata harmoni, toleransi dan keberagaman yang terus dirawat di tanah Ambon ini,” harap Hendrik.







