BeritaMalukuTual

Kasus Penganiayaan di Tual: Bripda MS Peragakan 29 Adegan, Kebenaran Mulai Terungkap

×

Kasus Penganiayaan di Tual: Bripda MS Peragakan 29 Adegan, Kebenaran Mulai Terungkap

Sebarkan artikel ini

Tual

TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Polres Tual menggelar rekonstruksi kasus Penganiyaan Bripda Masias Siahaya (MS) mantan anggota Brimob Polda Maluku Batalyon C terhadap Aprianto Tawakal (AT) hingga tewas di Kota Tual, Rabu (4/3/2026).

Pantauan media ini, MS datang menggunakan baju orangje, dilengkapi topi dan masker sementara sorot matanya terlihat berkaca-kaca.

Sementara, sembilan rekan MS yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) juga dihadirkan, lengkap menggunakan seragam.

29 adegan tuntas dilakoni MS sambil didampingi AT yang mengalami patah tangan kiri.

Peristiwa bermula saat saksi dan terlapor tergabung dalam regu Patroli Satbrimob kompi I Batalyon C melaksanakan tugas patroli dari pukul 22.00 WIT sampai Pukul 6.00 WIT diseputaran Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Pada saat akhir patroli, dua warga melaporkan dugaan pemukulan di wilayah Fiditan Atas, regu kemudian bergerak menggunakan mobil rantis menuju lokasi.

Baja Juga :  Thaher Hanubun: FPMK Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Malra

Setibanya di lokasi, sejumlah warga yang berkumpul dengan sepeda motor membubarkan diri.

Dari 10 anggota yang turun, sembilan orang menyeberang ke sisi jalan lain, sementara Bripda MS tetap berada di dekat median jalan sambil membuka dan memegang helm taktikalnya.

Kemudian kurang lebih 10 menit datang dua sepeda motor dari arah Ngadi menuju Tete Pancing, Bripda MS kemudian memberikan isyarat dengan mengayunkan helem berulang kali.

Namun, salah satu sepeda motor melintasi Bripda MS begitu saja, sementara korban nampak dipukul menggunakan helem taktikal oleh Bripda MS.

Korban lantas terjatuh dan terseret aspal, dengan posisi tertelungkup, sedangkan sepeda motor masih tetap melaju, kemudian menabrak sepeda motor saksi di depannya sehingga keduanya terjatuh.

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, namun dinyatakan meninggal dunia.

Baja Juga :  Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan UMKM Atsiri di Wayame, Pertamina Patra Niaga Dorong Transformasi Lewat Pelatihan dan Bantuan

Kasat Reskrim Polres Tual Iptu Aji Prakoso Trisa­putra mengatakan, reka adegan yang digelar untuk menyamakan persepsi.

“Jadi reka adegan yang dilakukan untuk melengkapi dan menyamakan persepsi misalnya dari Kejaksaan untuk proses penuntutan,” ujarnya.

Menurutnya, 29 adegan yang direka ulang tadi mungkin ada sedikit tambahan gerakan saja, yang dimaksudkan untuk meyakinkan pihak kejaksaan melakukan penuntutan nanti.

“Nanti pernyataan tersangka, kakak korban dan warga yang berdatangan akan kami masukan untuk menjadi pertimbangan jaksa, juga penyidik untuk dituangkan dalam berita acara rekonstruksi adegan,” pungkasnya.

Turut hadir, Kasat Reskrim Polres, Wakapolres dan Kabag OPS Polres Tua, pengacara keluarga AT, Bagian Pidana Umum Kejari Tual, Komnas HAM juga keluarga korban.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM