MASOHI, JENDELAMALUKU.COM — Harga jagung di Pasar Binaya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan malam Tahun Baru 2026.
Meski harga melonjak hingga Rp400 ribu per karung, jagung tetap diminati dan laris dibeli masyarakat untuk persiapan malam pergantian tahun.
Salah seorang pedagang jagung di Pasar Binaya, Rustam, mengatakan harga jagung di tingkat petani berada di kisaran Rp250 ribu per karung.
Harga tersebut kemudian naik menjadi Rp300 ribu hingga Rp350 ribu saat dijual ke pedagang pengumpul, sebelum akhirnya dijual di pasar dengan harga Rp400 ribu per karung.
“Dari petani itu sekitar Rp250 ribu per karung. Sampai ke pedagang sudah naik Rp300 sampai Rp350 ribu, dan di pasar kami jual Rp400 ribu,” ujar Rustam saat ditemui di Pasar Binaya, Rabu (31/12/2025).
Selain dijual per karung, jagung juga dijual secara eceran.
Untuk pembelian kecil, jagung dijual per tumpuk berisi enam buah dengan harga Rp20 ribu.
Menurut Rustam, jagung yang dijual di pasar tersebut dipasok dari wilayah Kilo.
Meski harga tergolong tinggi, permintaan jagung justru meningkat menjelang malam tahun baru.
Banyak warga membeli jagung untuk dibakar dan disantap bersama keluarga.
Salah seorang pembeli, Indah, mengaku tetap membeli satu karung jagung meski harus membayar Rp400 ribu.
Ia mengatakan jagung tersebut akan digunakan untuk acara bakar-bakar bersama keluarganya saat menunggu pergantian tahun 2026.
“Memang mahal, tapi tetap beli satu karung. Ini untuk dibakar sama keluarga pas malam tahun baru, sudah jadi tradisi,” kata Indah.
Peningkatan permintaan menjelang malam pergantian tahun membuat harga jagung bertahan tinggi di Pasar Binaya.
Pedagang memperkirakan harga akan kembali normal setelah perayaan tahun baru usai dan aktivitas pasar kembali stabil.







