Kapolda juga meminta tenaga pendidik dan instruktur SPN terus berinovasi dalam metode pembelajaran melalui simulasi penanganan kasus, studi kasus lapangan, diskusi interaktif, hingga pemanfaatan teknologi agar para siswa siap menghadapi kondisi riil saat bertugas.
Sementara itu, Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol. Romi Agusriansyah menjelaskan, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Program Kemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026 berlangsung selama lima bulan dengan kurikulum berbasis kompetensi yang menggabungkan pembinaan karakter, kemampuan teknis kepolisian, kepemimpinan, disiplin, dan kesiapan menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan sidak Kapolda menjadi bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan proses pendidikan di SPN berjalan sesuai standar.
“Pesan utama Bapak Kapolda adalah bahwa investasi terbesar Polri bukan hanya pada pembangunan sarana maupun teknologi, tetapi pada pembangunan manusia. Melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan Bhayangkara yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, empati, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Rositah.
Ia menegaskan, Polda Maluku akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di SPN agar mampu melahirkan personel Polri yang profesional, adaptif, humanis, serta dipercaya masyarakat.







