Maluku

Kapolda Maluku Minta Kurikulum SPN Perkuat Nilai Pela Gandong, Siapkan Polisi Humanis Hadapi Tantangan Zaman

×

Kapolda Maluku Minta Kurikulum SPN Perkuat Nilai Pela Gandong, Siapkan Polisi Humanis Hadapi Tantangan Zaman

Sebarkan artikel ini
7/8/2026 - SPN Polda Maluku
SPN: Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto saat meninjau proses pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Negeri Passo, Kota Ambon. (Courtesy - Humas Polda Maluku)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai budaya lokal Maluku dalam pendidikan calon anggota Polri.

Menurutnya, polisi yang bertugas di Maluku tidak cukup hanya menguasai aspek hukum, tetapi juga harus memahami karakter sosial masyarakat agar mampu menyelesaikan persoalan secara persuasif dan humanis.

Penegasan itu disampaikan Kapolda saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Negeri Passo, Kota Ambon, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda meminta agar SPN Polda Maluku mulai mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, termasuk semangat Pela Gandong dan orang basudara, ke dalam proses pendidikan calon Bhayangkara.

“Anggota Polri yang bertugas di Maluku harus memahami masyarakat Maluku. Mereka harus mengenal budayanya, memahami karakter sosialnya, serta mampu menggunakan pendekatan-pendekatan lokal dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Nilai hidup orang basudara dan Pela Gandong merupakan modal sosial yang sangat besar dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan,” tutur Dadang.

Baja Juga :  PLN UIW MMU dan Polda Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keandalan Listrik Lewat Pengamanan Objek Vital Nasional

Menurut Kapolda, tantangan kepolisian saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan berbasis teknologi, konflik sosial, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan.

Karena itu, pendidikan di SPN harus melahirkan personel yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, empati, serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.
Ia menilai pendekatan berbasis budaya akan memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjadi strategi efektif dalam mencegah konflik di daerah yang memiliki keragaman suku, agama, dan budaya seperti Maluku.

Selain itu, Kapolda juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan di SPN menjadi penentu masa depan institusi Polri.

Baja Juga :  Dukung Akses Beasiswa S2 LPDP, Polda Maluku Gelar Tes CAT Bahasa Inggris bagi Personel

“Masa depan Polri ditentukan dari kualitas pendidikan yang kita bangun di SPN hari ini. Di sinilah karakter seorang Bhayangkara dibentuk. Jika proses pendidikan berlangsung dengan baik, maka Polri akan memiliki personel yang profesional, berintegritas, humanis, dan mampu menjawab harapan masyarakat,” katanya.

Dadang menambahkan, kekuatan utama Polri bukan terletak pada kecanggihan teknologi maupun kelengkapan fasilitas, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kekuatan terbesar organisasi Polri bukan berada pada gedung yang megah ataupun peralatan modern, melainkan pada kualitas manusianya. Ketika SDM Polri berkualitas, pelayanan publik akan semakin baik dan kepercayaan masyarakat akan meningkat,” ujarnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM