AmbonBerita

PLN UIW MMU Dorong Tenun Ikat Amboina dari Warisan Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

×

PLN UIW MMU Dorong Tenun Ikat Amboina dari Warisan Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Tenun Ikat Amboina

2/8/2026 - Ikat Amboina
Beberapa produk tenun Ikat Amboina menampilkan ragam motif yang mengangkat identitas budaya Maluku. Produk tersebut terus dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui dukungan program TJSL PLN UIW Maluku dan Maluku Utara. (Courtesy - PLN UIW MMU)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Tradisi menenun yang diwariskan lintas generasi di Kota Ambon mulai diarahkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

Ikat Amboina, kelompok usaha tenun yang berbasis di Skip Atas, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, kini mendapat pendampingan untuk memperkuat produksi sekaligus memperluas pasar.

Pendampingan tersebut dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Tak hanya memberikan dukungan peralatan produksi, PLN juga mendorong peningkatan keterampilan, pengembangan produk hingga pemanfaatan platform digital agar produk tenun khas Maluku dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah menyebutkan, penguatan UMKM menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baja Juga :  Lewat Minggu Berbagi, Ely Toisutta Hadir di Tengah Tukang Ojek Sambut Paskah

Menurutnya, energi yang dihadirkan PLN tidak semata-mata berkaitan dengan kelistrikan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong produktivitas dan membuka peluang ekonomi di tengah masyarakat.

“Energi yang PLN hadirkan harus mampu menggerakkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui Ikat Amboina, kami ingin potensi lokal berkembang menjadi usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjaga kekayaan budaya Maluku agar terus hidup lintas generasi,” sebut Dony.

2/8/2026 - Tenut Ikat Amboina
Penenun Ikat Amboina melakukan aktivitas produksi kain tenun di tempat usaha mereka di kawasan Skip Atas, Kota Ambon. Pendampingan PLN UIW Maluku dan Maluku Utara turut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan keterampilan pelaku usaha.

Ikat Amboina sendiri telah mempertahankan tradisi menenun selama dua hingga tiga generasi.

Seiring perkembangan zaman, keterampilan tersebut mulai diteruskan oleh generasi muda dengan sentuhan desain yang lebih kekinian.

Baja Juga :  PLN UIW MMU Lepas 20 Personel BKO Batch 2 untuk Pemulihan Pasca Bencana di Aceh

Meski mengembangkan motif yang lebih segar, identitas budaya Maluku tetap menjadi bagian penting dari setiap karya.

Sejumlah desain mengangkat inspirasi dari motif Tanimbar, Nunusaku hingga ikon khas Ambon seperti ukulele dan tahuri.

Perjalanan Ikat Amboina juga mulai keluar dari pasar lokal. Produk mereka telah diperkenalkan melalui sejumlah pameran berskala nasional, di antaranya Indonesian City Expo di Surabaya dan Munas Apeksi di Makassar.

Keikutsertaan dalam berbagai pameran tersebut membuka peluang pasar baru.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan dan eksposur membuat kelompok penenun perlu memperkuat kapasitas produksi serta meningkatkan kualitas produk.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM