Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu fokus pendampingan PLN UIW MMU.
Melalui program TJSL, PLN memberikan dukungan berupa sarana produksi seperti alat tenun, alat pemutar benang, mesin jahit listrik, benang, bahan pewarna serta sejumlah fasilitas pendukung pemasaran.
Dukungan peralatan tersebut juga dilengkapi dengan pelatihan menjahit dan pemasaran melalui media sosial.
Langkah ini ditujukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan produk dan memasarkan hasil karyanya secara lebih luas.
Penguatan kapasitas produksi dinilai penting agar Ikat Amboina dapat memenuhi kebutuhan pasar tanpa menghilangkan kualitas serta karakter khas tenun Maluku.
Di saat yang sama, pemasaran mulai diarahkan ke ranah digital. Pengembangan website, marketplace, media sosial serta penyediaan materi foto dan video promosi menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan produk Ikat Amboina kepada konsumen di luar Maluku.
Dengan pemasaran digital, produk tenun tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penjualan secara langsung maupun keikutsertaan dalam pameran.
Bagi Ikat Amboina, pengembangan usaha juga memiliki arti penting bagi keberlanjutan tradisi menenun.
Keterlibatan anak-anak muda menjadi kunci agar keterampilan tersebut tidak berhenti pada generasi yang saat ini masih aktif menenun.
Regenerasi diharapkan berjalan beriringan dengan peluang ekonomi. Dengan demikian, menenun tidak hanya dipandang sebagai upaya mempertahankan budaya, tetapi juga dapat menjadi pilihan aktivitas produktif yang memiliki prospek bagi generasi muda.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar bertambahnya sarana, tetapi kemampuan UMKM untuk terus tumbuh. Ketika usaha semakin produktif, pasar semakin terbuka dan generasi muda melihat bahwa warisan budaya memiliki masa depan secara ekonomi, maka pemberdayaan tersebut akan memberikan dampak yang berkelanjutan,” kata Dony.
Ke depan, Ikat Amboina masih membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, desainer maupun pelaku industri kreatif.
Pengembangan kualitas produk, kemasan dan strategi pemasaran terus dilakukan untuk memperbesar peluang menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Dari ruang produksi sederhana di Skip Atas, tenun Ikat Amboina kini tidak hanya mempertahankan cerita masa lalu.
Setiap helai benang juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan usaha, membuka peluang ekonomi dan memastikan warisan budaya Maluku tetap hidup di tangan generasi berikutnya.(*)






